Mempercepat Develop & Standarisasi User Interface dengan Solusi Java Framework Skeleton

Dalam rangka memberikan efisiensi, efektifitas, kecepatan, dan standarisasi dari proses development sebuah aplikasi. Javan memiliki solusi bagi institusi yang mengembangkan sendiri aplikasi internalnya (in house development). Dengan adanya framework yang standar, maka ini keuntungan yang akan didapat:

  • Siapapun yang mengembangkan aplikasi, hasilnya akan sama, tidak ada standar ganda dalam satu aplikasi
  • Tidak ada ketergantungan terhadap seorang programmer saja, sehingga ketika ada perubahan personel, proses development tetap dapat berjalan baik karena tidak ada knowledge yang dibawa pergi sendiri.
  • End User telah familiar dengan tampilan dan cara kerja aplikasi, mengurangi effort untuk melakukan training kepada end-user
  • dan masih banyak keunggulan lainnya.

Silakan hubungi kami jika anda membutuhkan demo lebih detail dari Framework ini.

Berikut adala sekilas penjelasan dari fitur-fitur yang dimiliki:

1. Overview

Standard Java Framework adalah skeleton/template siap pakai untuk pengembangan aplikasi berbasis Java Enterprise. Product ini terdiri dari:

  1. Skeleton/Template siap pakai untuk pengembangan aplikasi Java Enterprise.
  2. Dokumentasi dan API terkait dengan design framework yang digunakan.
  3. Training cara penggunaan framework.
  4. Prototype yang dibangun di atas framework yang dimaksud untuk mensimulasikan cara penggunaan.

2. Built In Function

Built in function merupakan fungsi-fungsi default yang dimodifikasi atau perintah/fungsi baru yang dikembangkan untuk mengakomodasi kebutuhan standardisasi framework. Fungsi-fungsi ini meliputi perubahan tampilan, pembuatan modul security, logging dan sebagainya. Berikut adalah penjelasan dan dokumentasi terhadap built in function yang telah dibuat.

3. Datasource

Framework mendukung banyak database server diantaranya sebagai berikut:

  1. MySQL
  2. Oracle
  3. SQL Server
  4. H2

Untuk mengubah koneksi ke database server, cukup melakukan konfigurasi pada class driver

4. CRUD Generator

CRUD generator merupakan fitur untuk menghasilkan kode controller dan views untuk fungsi list, add, edit, dan delete.

5. Settings

Setting merupakan konfigurasi parameter-parameter yang diperlukan aplikasi seperti misalnya namun tidak terbatas pada :

  1. Konfigurasi database
  2. Konfigurasi koneksi ke active directory
  3. Konfigurasi folder penyimpanan
  4. dan sebagainya.

Untuk mengakses modul setting ini, harus login sebagai superadmin.

6. Module Security

Untuk menangani kebutuhan security, framework menggunakan modul dengan framework autentikasi dan access controll powerfull yang dapat dikustomisasi dengan mudah.

6.1    Login

Ada dua buah tipe user yang didukung yaitu :

6.1.1   Superadmin

6.1.2   User biasa

6.2    Logout

6.3    User Management

User management merupakan modul untuk mengelola data pengguna meliputi :

  1. Siapa saja yang boleh mengakses aplikasi
  2. Role/hak akses dari masing-masing pengguna

6.4    Role Management

Role management merupakan modul untuk mengelola data role meliputi :

  1. Nama role / group
  2. Deskripsi, berisi deskripsi atau penjelasan dari role yang bersangkutan untuk mempermudah pengelolaan informasi terhadap role yang bersangkutan.
  3. Hak akses ke menu, menu-menu apa saja yang bisa diakses oleh role tersebut.

6.5    Menu Management

Menu management merupakan modul untuk mengelola menu-menu yang tersedia pada aplikasi

6.6    Login dengan captcha

CAPTCHA adalah sebuah gambar kecil yang tertanam dalam bentuk HTML untuk melindungi terhadap penyelesaian otomatis dan pengajuan bentuk HTML. Mereka umumnya terdiri dari gambar string pendek karakter acak visual obsfucated dalam beberapa cara (lihat wikipedia untuk informasi lebih lanjut).

Framework menyediakan konfigurasi apakah proses login menggunakan validasi captcha atau tidak.

7. Transactional (Persistence & Concurrent Transaction Processing)

Ada dua isu utama terkait dengan persistence dan concurrent transaction processing :

  1. Semua kegiatan yang melibatkan persistence ke database adalah transaksional, yaitu jika terjadi sebuah kesalahan pada satu cakupan fungsi, maka data tersebut akan di-rollback ke kondisi berikutnya.
  2. Tidak boleh ada lebih dari satu pengguna yang mengupdate sebuah data secara bersamaan yang memungkinkan terjadinya inconsistency ataupun kesalahan data.

8. Template dan UI

  1. Form
  2. Table
  3. View Detail
  4. Modal Box

9. Fitur Pendukung

9.1    Cron Job

Untuk membuat cron job atau background process.

9.2    Ajax

9.3    Webservice

  • XML
  • JSON
  • WSDL

9.4    File Handling

Penanganan file pada intinya ada dua kegiatan utama yaitu upload dan download.

  • Upload Single File
  • Upload Multiple File
  • Download File

9.5    Reporting

9.6    Email

Untuk mengirim email

9.7    Localization

9.8    Export Data

Untuk mengekspor data dengan kemudahan untuk mengekspor data dalam bentuk table ke berbagai format dokumen seperti pdf, excell, ods, csv, xml dan sebagainya.

9.9    Import Data

9.10   Workflow Management / BPM

9.11   Custom Service Pooling

9.12   JDBC Query

Untuk melakukan JDBC query dengan menggunakan datasource yang telah didefinisikan

9.13   Caching Strategy

Untuk mengkonfigurasi apakah aplikasi menggunakan fasilitas cache atau tidak.

9.14   Multiple Datasources

9.15   Logging

Logging Level

Framework menyediakan beberapa level log yang bisa digunakan yaitu :

  1. off
  2. fatal
  3. error
  4. warn
  5. info
  6. debug
  7. trace

10. Automated Testing

11. Audit Trail

Audit trail akan menyimpan log setiap event yang terjadi pada domain seperti insert, update, dan delete.Untuk aksi update, akan disimpan nilai sebelumnya dan nilai baru yang dituliskan.

Untuk mengakses audit trail, bisa diakses pada url /auditLogEvent/list atau pada menu default ada menu Audit Trail.

Leave Comment

Your email address will not be published.